You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
UP Taman Monas Kewalahan Atasi PKL
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

PRJ Monas Amburadul Akibat Diserbu PKL Liar

Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) sudah berakhir kemarin, Minggu (15/6). Namun kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) binaan Pemprov DKI Jakarta itu justru tidak tercapai. Sebab, panitia kewalahan menghadapi serbuan pedagang kaki lima (PKL) liar yang masuk ke areal PRJ Monas.

Sebetulnya gubernur dan wakil gubernur mau membantu menonjolkan industri kecil di PRJ Monas, tapi karena ribuan PKL masuk, PRJ Monas jadi amburadul

Ketua Panitia PRJ Monas, M Haris Pindratno mengaku kewalahan menghadapi ribuan pedagang yang masuk ke areal PRJ Monas sehingga membuat acara menjadi berantakan.

"Sebetulnya, gubernur dan wakil gubernur mau membantu menonjolkan industri kecil di PRJ Monas. Tapi karena ribuan PKL masuk, PRJ Monas jadi amburadul," kata Haris, Senin (16/6).

PRJ Monas Sediakan 2.600 Stan Gratis

Dikatakan Haris, PRJ Monas diselenggarakan oleh Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan agar industri kecil dan menengah lebih dikenal masyarakat luas. "Awalnya pak wagub senang. Tetapi paska acara pembukaan, banyak PKL liar dan sampah ada di mana-mana," tandas Haris yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta.

Ia menambahkan, Pemprov DKI menyediakan 2.780 stand secara gratis untuk para pelaku industri baik kuliner atau industri lainnya. Hal tersebut melalui proses seleksi sehingga tidak semua industri bisa berjualan di PRJ Monas. Pihaknya juga membina para pelaku industri yang ikut PRJ Monas. "Tujuan PRJ Monas adalah mempromosikan pelaku industri yang belum ada namanya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus memperbaiki pelaksanaan PRJ Monas sehingga mudarat yang ditimbulkan dapat dikurangi.

“Kita ingin ngurangin mudaratnya. Tidak mungkin kan mau ngurangin mudarat lalu menyetopnya, malah tidak ada manfaat," ujarnya.

Untuk itu, kata Basuki, ia berjanji segera melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan acara yang berakhir kemarin, Minggu (15/6).

"Kita akan evaluasi, ini bukan pertama kalinya. Walaupun ini PRJ Monas yang pertama, sebetulnya ini sama kayak perayaan ulang tahun dan pesta tahun baru kemarin. Saat itu, taman-taman kan pada dirusak juga," tuturnya.

Bahkan, pada hari pertama penyelenggaraan PRJ Monas, ada tiga halte Transjakarta yang tidak dapat digunakan. Halte tersebut ialah Halte Balaikota, Halte Monas, dan Halte Gambir. Ketiga halte tersebut tidak dapat digunakan karena jalur bus khusus itu digunakan untuk tempat parkir liar.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2905 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2183 personNurito
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1699 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1683 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1670 personDessy Suciati